Selasa, 07 September 2021

3.1.a.7 Demonstrasi Kontekstual – Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

                                             Ester Zega, S.Pd,MM
               SMP Negeri 12 Bandar Lampung 
                       CGP Angkatan 2 


Dalam pengambilan keputusan hal ini sangat dekat dengan kehidupan saya baik secara individu maupun bagian dari masyarakat pendidikan, saya juga menyadari dalam pengambilan keputusan tentunya tidak sempurna yang kadangkala ada yang salah, secara manusiawi tentunya saya tidak ingin melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan,dan pada kesempatan ini dengan adanya kegiatan PGP khususnya pada modul 3.1 Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, saya banyak belajar hal tentang perbedaan antara dilema etika dengan bujukan moral, juga prinsip dan paradigma dalam pengambilan keputusan, langkah-langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Materi pada modul ini sangat bermanfaat bagi saya sebagai pembelajar untuk tepat dalam mengambil sebuah keputusan yang tentunya dampaknya untuk murid. Program pendidikan guru penggerak mempersiapkan para pemimpin pendidikan Indonesia masa depan, yang mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistic, aktif dan proaktif dalam mengembangkan guru disekitarnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid. Saya terus belajar  untuk bisa melakukan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dengan tepat. Sebagai langkah awal cara yang saya lakukan kedepannya adalah  dengan terus belajar menerapkan dan melakukan evaluasi serta refleksi setelah melakukan pengambilan keputusan yang mengandung dilemma etika untuk mengukur efektifitas pengambilan keputusan yang saya lakukan.

Ø     Bagaimana saya mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan diprogram guru penggerak disekolah atau dilingkungan. Sebagai tindak lanjut hasil belajar tentunya saya tidak akan membiarkan ilmu yang saya miliki berhenti hanya untuk diri saya sendiri karena saya menyadari manfaat dari ilmu  ini maka salah satu cara untuk membuat lebih bermanfaat adalah dengan menyebarkannya kepada teman sejawat terutama pada teman sejawat dalam komunitas praktisi sekolah. Dengan kemampuan saya dalam memahami materi ini maka akan membuat saya percaya diri untuk bisa menularkan ilmu yang saya punya, walau saya tahu bahwa hal ini tidak mudah untuk memberi satu pemahaman kepada orang lain tapi tetap saya berusaha untuk menerapkannya sehingga dengan melihat saya hal ini juga bisa membuat yang lain menjadi percaya.

Ø     Langkah-langkah yang akan saya lakukan dalam mentransfer dan menerapkan tentang materi pengambilan keputusan, yaitu  Langkah awal  dengan mengkoordinasikan kepada pimpinan sekolah saya dalam hal ini kepala sekolah, menjelaskan tentang pemahaman saya dalam pengambilan keputusan, Kepala sekolah saya yang sangat antusias dalam setiap hal-hal yang membuat pembelajaran menjadi maju dan lebih baik, dan hal ini memudahkan saya untuk berkolaborasi dengan teman sejawat ,saya meyakini dengan langkah awal ini akan membuat teman-teman sejawat saya juga bisa termotivasi, kemudian Langkah kedua menyusun rencana aksi karena dengan menyusun rencana akan memudahkan saya untuk menentukan hasil akhir kegiatan dan juga memudahkan menyusun evaluasi, Langkah Ketiga kemudian melakukan analisis kasus yang sedang terjadi dilingkungan sekolah, dengan langkah ini akan menguatkan pemahaman saya tentang pengambilan keputusan, untuk kegiatan dilangkah ini saya berkolaborasi dengan guru BK atau bimbingan konseling dan mendiskusikan tentang cara menggali dan ,mengalisis pengambilan keputusan dengan menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan , dari hasil diskusi kami saya gunakan sebagai acuan dalam kasus-kasus yang dihadapi. Langkah Keempat  saya melakukan transfer pengetahuan melalui kombinasi daring dan luring dengan poin materi yang sedikit saya akan singgung tentang filosofi kihajar,budaya positif,pembelajaran berdiferensiasi, KSE coaching dan menghubungkan pada materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Langkah kelima pada langkah ke lima saya akan melakukan evaluasi untuk refleksi dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana teman sejawat dalam menerapkan pengambilan keputusan dan kendala yang dihadapi serta efektivitas keberhasilan pengambilan keputusan. Dalam kegiatan ini saya juaga akan berkoordinasi dengan dengan wali kelas masing – masing.

Ø      Kapan saya melakukan ini, saya akan lakukan mulai dari sekarang dan seterusnya, saya mencatat dalam buku agenda saya.Pengambilan keputusan ini saya akan terapkan pada kasus dilemma etika dengan 9 langkah-langkah pengambilan dan pengujian keputusan, yaitu : Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini, menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini, mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini, pengujian benar atau salah yang terdiri dari (Uji legal,UJi ruglasi/standar professional. Uji Intuisi/rule based thingking, Uji Halaman depan Koran/ends based thinking, Uji Panutan/idola/care based thinking), Pengujian paradigma benar vs benar , Melakukan prinsip resolusi, Investigasi opsi trilema, Buat keputusan, Lihat lagi keputusan dan refleksikan.  Salah satu  cara  saya menerapkannya adalah pada saat saya mengajar salah satunya ketika anak mengalami kendala dalam belajar , harapan saya anak-anak bisa mengikuti semua pembelajaran daring namun faktanya tidak seperti itu  dengan berbagai kendala yang mereka hadapi, sisi lain saya harus memutuskan memberi hasil evaluasi belajar anak  setiap  minggunya maka tentunya hal ini saya harus mengambil keputusan yang tepat untuk memotivasi anak dengan melaksanakan pembelajaran dengan luring.

Ø    Siapa yang akan menjadi pendampig saya dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran : saya akan  berdiskusi dengan kepala sekolah, para waka disekolah untuk memberi dukungan pada saya , kemudian saya akan meminta rekan sejawat saya untuk mendampingi saya dan memberi dukungan buat saya, Guru BK dan teman sesama CGP disekolah, juga teman-teman CGP diluar sekolah saya untuk dapat berdiskusi berbagi pengalaman ketika mengambil keputusan terbaik. semua rencana ini tentu tidak akan berhasil  tanpa dukungan dari semua pihak tapi dengan keyakinan dan upaya saya pasti bisa diterapkan dengan baik.

 

                                                               Salam Guru Penggerak 

                                                                           Penulis

Kamis, 26 Agustus 2021

Aksi Nyata 2.1.a.10

 

ESTER ZEGA,S.Pd,MM

CGP ANGKATAN 2


Dalam Proses Pembelajaran  dikelas sangatlah  penting mengetahui perbedaan kebutuhan dari masing- masing murid, dimulai dari kesiapan belajar , minat belajar dan profil belajar. Tentunya peranan guru sangatlah penting dalam hal ini. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu proses yang mengakomodasi perbedaan –perbedaan dari setiap murid dikelas, dalam satu ruang kelas tentunya mempunyai beragam pola belajar yang tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya,keberagaman ini merupakan factor yang berasal dari perbedaan latar belakang, tempat tinggal, lingkungan budaya yang berbeda maupun kecepatan dalam menyerap informasi-informasi yang terkini bahkan perbedaan dari bakat , minat, tanggung jawab, gaya belajar yang berbeda-beda sehingga factor inilah yang menyebabkan keberagaaman itu terjadi yang akhirnya terjadilah perbedaan kebutuhan dalam belajar.

Peranan pendidik sangatlah penting dalam menyatukan dan memenuhi perbedaan kebutuhan belajar murid dengan lebih awal melakukan asesmen baik secara akademik maupun non akademik sehingga memudahkan dalam memetakan setiap kebutuhan belajar murid.

Pembelajaran berdiferensiasi dapat dikelompokan dalam tiga metode yaitu diferensiasi konten yaitu pembedaan konten belajar yang dilakukan dengan mempertimbangkan pemetaan kebutuhan dari kesiapan belajar seperti kesiapan yang melibatkan dalam membaca, diferensiasi proses yaitu Pembedaan proses belajar sesuai dengan kebutuhan belajar murid dimana difernsiasi proses banyak dipengaruhi dari profil belajar murid yang terkait banyak factor seperti bahasa, budaya, kesehatan, keadaan keluarga dan kekhususan lainnya dan diferensiasi produk yaitu pembedaan proses belajar murid sesuai dengan minat setiap murid dalam memahami dan menyampaikan ide melalui karya, perbedaan minat belajar dapat berarti perbedaan hal yang memotivasi murid untuk belajar sesuai dengan apa yang dikuasai murid yang akan membuatnya lebih percaya diri ketika melakukan suatu hal karya

Berkaitan dengan fakta dari tantangan yang dihadapi dalam memajukan keberpihakan kepada murid maka haruslah lebih memaksimalkan keterampilan menciptakan lingkungan belajar yang ramah, menyenangkan , efektif dan optimal. Pendidik menerapkan sebuah pembelajaran yang disebut dengan pembelajaran berdiferensiasi sebagai usaha untuk menyesuaikan pembelajaran dikelas dalam memenuhi kebutuhan belajar setiap murid, pembelajaran diferensiasi merupakan serangkaian keputusan yang masuk akan (common sense)yang dibuat oleh guru yang berorientasi pada kebutuhan belajar murid yang berkaitan dengan Lingkungan belajar yang memotivasi murid untuk belajar, tujuan pembelajaran yang didefenisikan secara jelas, penilaian yang berkeklanjutan , merespon keutuhan belajar murid dan memanajemen kelas yang efektif.

Dalam melakukan aksi nyata pembelajaran berdiferensiasi sangatlah menarik dan saya mulai dengan membuat RPP berdiferensiasi, kemudian memetakan setiap kebutuhan belajar murid, melakukan proses pembelajaran melalui zoom meeting, wa group, classroom,hasil yang saya dapatkan ketika melakukan hal ini adalah murid dengan antusias melakukan aktivitas pembelajaran sesuai dengan produk yang kita harapkan dan tentunya dengan kemampuan yang dia pahami, beragam hasil karya aktifitas yang disampaikan oleh murid baik melalui video, dalam bentuk gambar, PPT, juga memberi kesempatan pada murid untuk berkolaborasi secara berkelompok dan menyampaikan hasil kerja kelompok dengan presentasi.


Beberapa hasil karya dari Murid dengan bervariasi bentuk sesuai dengan yang mereka inginkan dan sesuai  kemampuannya 











  salah satu Video dari murid hasil aktivitasnya dalam belajar


 Aktivitas saat siswa melakukan presentasi





Membuat kesepakatan kelas secara bersama

Aktivitas di Classroom dan WA group






RPP Berdiferensiasi





Aksi nyata ini saya lakukan dengan salah satu tujuan keberpihakan pada murid untuk mewujudkan profil pelajar pancasila

Salam Guru Penggerak
Bergerak untuk Menggerakkan





                                      

Sabtu, 10 Juli 2021

Aksi Nyata Modul 1.3.a.10 Nama Ester Zega,S.Pd.,MM CGP Angkatan 2 SMP Negeri 12 Bandar Lampung Visi “Mewujudkan Pengembangan Potensi Murid Secara Optimal”

 

Memiliki Profesi seorang pendidik tentunya tidak terlepas dari sebuah kata “Belajar” yang tiada batasnya, mempunyai satu impian untuk terus maju dan berdampak bagi Lingkungan , Keluarga dan teristimewa pada murid yang menjadi sasaran tugas kita sebagai seorang pendidik, dalam menjalankan tugas tentunya banyak hal yang harus kita kembangkan baik itu untuk diri sendiri maupun mengembangkan potensi yang dimiliki anak murid.

Pendidikan menurut filosofi Kihajar Dewantara adalah dimana ada kemerdekaan disitu harus ada displin yang kuat,disiplin itu bersifat diri kita yang harus mewajibkan dengan sekeras – kerasnya dan peraturan yang demikian harus yang memerdekakan, ing ngarsa sung tulada,ing madya mangun karsa, tut wuri handayani (didepan seorang pendidik harus memberi teladan yang baik, ditengah murid dan teman sejawat harus menciptakan prakarsa dan ide,dari belakang pendidik berperan mendorong dan mengarahkan), dengan budi pekerti, tiap-tiap manusia berdiri sebagai manusia merdeka (berpribadi), yang dapat memerintah atau menguasai diri sendiri, inilah manusia beradab.

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,mengajar, membimbing,mengarahkan ,melatih ,menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, pendidikan menengah.Aspek yang dibangun guru dalam pembelajaran dikelas tidak akan terlepas dari aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan, dan ini akan terus menjadi patokan dalam menentukan keberhasilan pembelajaran

Dalam mewujudkan Visi untuk mengembangkan  potensi dalam diri murid tentunya tidak terlepas dari pengajaran yang benar yang berguna untuk kehidupan adalah memerdekakan manusia, filosofi Ki Hajar Dewantara bahwa pendidik menuntun segala kodrat yang ada pada murid agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat, karenanya kita sebagai pendidik harus mampu mendesain pembelajran yang berpusat pada siswa, guru tidak bisa memaksakan anak menjadi seperti yang diinginkan namun menggali , menemukan potensi diri anak dan mengarahkan untuk anak menemukan potensi dan jati dirinya, anak diberi kebebasan namun guru memberi tuntunan dan arahan agar anak kelak mendapatkan kebahagiaan batinnya.

Membangun Visi dalam lingkungan sekolah sangat dibutuhkan kekuatan positif dari dalam dan luar sekolah untuk mendukung dan mewujudkan visi impian  terhadap murid kita, dimulai dalam diri sendiri, teman sejawat, kekuatan dari murid, kekuatan sekolah serta lingkungan sekitarnya.


Memiliki Visi Impian terhadap murid adalah sesuatu hal yang bagi saya sangat bersemangat dalam melaksanakan tugas tanggung jawab sebagai pendidik, mereka adalah anugrah yang buat diri saya terus berusaha untuk belajar  mengembangkan diri yang tujuannya untuk menjadikan mereka lebih berhasil dari saya kelak.


Aksi Nyata yang saya lakukan ketika merancang pembelajaran dengan focus pada pengembangan potensi diri murid, saya memberi kesempatan kepada siswa untuk menuangkan kemampuan dirinya melalui hasil karya, baik dalam bentuk gambar, video bahkan memberi kesempatan untuk saling membantu temannya dengan saling berdiskusi dan hasilnya sangat baik dan memberi suasana yang aktif dalam proses belajar.


Hasil karya murid dalam mengembangkan pemahamannya tentang materi yang sudah dipelajari



 
Hasil Karya siswa dengan menggambarkan tentang apa yang dipahami dalam proses belajar
Membelajarkan Murid dengan mengoptimalkan potensi dalam diri murid itu sendiri maka proses yang harus dilakukan mengenali dan memahami potensi diri murid dan berpihak pada kemerdekaan belajar  bukan dengan sebuah paksaan tetapi dengan sebuah kesadaran besar dalam diri murid yang diarahkan dan dituntun oleh seorang pendidik  untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.



Salam Inspirasi

Rabu, 30 Juni 2021

Aksi Nyata Modul 1.2.a.10 Ester Zega,S.Pd,MM, CGP angkatan 2 , SMP N 12 Bandar Lampung


Menjadi seorang Guru adalah suatu pekerjaan yang menyenangkan ketika kita melakukannya dengan ketulusan hati, melaksanakan tugas sebagai pendidik selama kurang lebih 16 tahun merupakan hal yang membanggakan diri saya sendiri karena ternyata Nilai dan Peran saya dalam menumbuhkan semangat dan memotivasi murid sedikit banyaknya sudah saya lakukan.

Nilai Guru Penggerak diantaranya :  Mandiri, Reflektif, Inovatif, Kolaboratif dan Berpihak pada murid.guru adalah sosok yang memiliki tugas dan fungsi untuk dapat merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Peran Guru Penggerak diantaranya : Pemimpin Pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila

Nilai dan peran guru penggerak lainnya yang saya implementasikan adalah kreatif dan inovatif. Sebagai guru maka saya berusaha menghadirkan dan menuntun murid dalam mempelajari pengetahuan melalu media yang menyenangkan dan kekinian. Hal ini penting karena karakteristisk murid  saat ini berbeda dengan zaman dahulu. Saat ini siswa telah mengenal banyak media yang menghadirkan ragam kemajuan teknologi, maka  guru juga harus bisa beradaptasi dengan”dunia” Murid.

Penuntun kemandirian juga merupakan nilai dan peran guru penggetak yang saya hadirkan dalam pembelajaran. Hal ini penting dikarenakan saat ini guru bukanlah sumber belajar yang utama namun sebagai motivator, fasilitator juga teladan. Sumber belajar yang beragam harus dikenalkan kepada Murid sejak dini terutama yang mampu mengkorelasikan teori pelajaran dengan lingkungan atau bahkan menjadikan lingkungan sebagai sumber belajar dan menjadikan pembelajaran yang menyenangkan sehingga memunculkan Merdeka Belajar yang menjadi salah satu program inisiatif Mendikbudristek Nadiem Makarim yang ingin menciptakan suasana belajar yang bahagia, baik bagi murid maupun para guru. Pada dasarnya program Merdeka belajar bertujuan untuk memerdekakan Guru dan Murid.

Dalam penerapan Nilai dan Peran Guru Penggerak fokus saya bukan hanya pada murid tetapi juga menggerakan teman sejawat untuk bersama-sama mengembangkan diri dan terus semangat untuk belajar mengenali karakter setiap murid, saya juga melakukan sharing (Kolaborsi ) dengan teman sejawat  tentang penggunaan GWE untuk persiapan pembelajaran



Bersama teman sejawat belajar tentang aplikasi google slide


Melakukan hal positif salah satunya nilai dan peran guru dalam berkolaborasi bersama teman sejawat merupakan hal yang menyenangkan,saling memberi semangat dan saling berbagi ilmu, saya mencoba mengajak teman-teman untuk terus mengembangkan diri, berkreasi dan inovatif dan menggerakan komunitas untuk mewujudkan sekolah yang merdeka belajar,berpihak pada murid dan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

  Ester Zega, S.Pd, MM C GP Angkatan 2 Kabupaten Majalengka Fasilitator : Mahmun   Zulkifli, S.Pd,MM Pendamping : Yulia Budiarti  ...