Kamis, 26 Agustus 2021

Aksi Nyata 2.1.a.10

 

ESTER ZEGA,S.Pd,MM

CGP ANGKATAN 2


Dalam Proses Pembelajaran  dikelas sangatlah  penting mengetahui perbedaan kebutuhan dari masing- masing murid, dimulai dari kesiapan belajar , minat belajar dan profil belajar. Tentunya peranan guru sangatlah penting dalam hal ini. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu proses yang mengakomodasi perbedaan –perbedaan dari setiap murid dikelas, dalam satu ruang kelas tentunya mempunyai beragam pola belajar yang tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya,keberagaman ini merupakan factor yang berasal dari perbedaan latar belakang, tempat tinggal, lingkungan budaya yang berbeda maupun kecepatan dalam menyerap informasi-informasi yang terkini bahkan perbedaan dari bakat , minat, tanggung jawab, gaya belajar yang berbeda-beda sehingga factor inilah yang menyebabkan keberagaaman itu terjadi yang akhirnya terjadilah perbedaan kebutuhan dalam belajar.

Peranan pendidik sangatlah penting dalam menyatukan dan memenuhi perbedaan kebutuhan belajar murid dengan lebih awal melakukan asesmen baik secara akademik maupun non akademik sehingga memudahkan dalam memetakan setiap kebutuhan belajar murid.

Pembelajaran berdiferensiasi dapat dikelompokan dalam tiga metode yaitu diferensiasi konten yaitu pembedaan konten belajar yang dilakukan dengan mempertimbangkan pemetaan kebutuhan dari kesiapan belajar seperti kesiapan yang melibatkan dalam membaca, diferensiasi proses yaitu Pembedaan proses belajar sesuai dengan kebutuhan belajar murid dimana difernsiasi proses banyak dipengaruhi dari profil belajar murid yang terkait banyak factor seperti bahasa, budaya, kesehatan, keadaan keluarga dan kekhususan lainnya dan diferensiasi produk yaitu pembedaan proses belajar murid sesuai dengan minat setiap murid dalam memahami dan menyampaikan ide melalui karya, perbedaan minat belajar dapat berarti perbedaan hal yang memotivasi murid untuk belajar sesuai dengan apa yang dikuasai murid yang akan membuatnya lebih percaya diri ketika melakukan suatu hal karya

Berkaitan dengan fakta dari tantangan yang dihadapi dalam memajukan keberpihakan kepada murid maka haruslah lebih memaksimalkan keterampilan menciptakan lingkungan belajar yang ramah, menyenangkan , efektif dan optimal. Pendidik menerapkan sebuah pembelajaran yang disebut dengan pembelajaran berdiferensiasi sebagai usaha untuk menyesuaikan pembelajaran dikelas dalam memenuhi kebutuhan belajar setiap murid, pembelajaran diferensiasi merupakan serangkaian keputusan yang masuk akan (common sense)yang dibuat oleh guru yang berorientasi pada kebutuhan belajar murid yang berkaitan dengan Lingkungan belajar yang memotivasi murid untuk belajar, tujuan pembelajaran yang didefenisikan secara jelas, penilaian yang berkeklanjutan , merespon keutuhan belajar murid dan memanajemen kelas yang efektif.

Dalam melakukan aksi nyata pembelajaran berdiferensiasi sangatlah menarik dan saya mulai dengan membuat RPP berdiferensiasi, kemudian memetakan setiap kebutuhan belajar murid, melakukan proses pembelajaran melalui zoom meeting, wa group, classroom,hasil yang saya dapatkan ketika melakukan hal ini adalah murid dengan antusias melakukan aktivitas pembelajaran sesuai dengan produk yang kita harapkan dan tentunya dengan kemampuan yang dia pahami, beragam hasil karya aktifitas yang disampaikan oleh murid baik melalui video, dalam bentuk gambar, PPT, juga memberi kesempatan pada murid untuk berkolaborasi secara berkelompok dan menyampaikan hasil kerja kelompok dengan presentasi.


Beberapa hasil karya dari Murid dengan bervariasi bentuk sesuai dengan yang mereka inginkan dan sesuai  kemampuannya 











  salah satu Video dari murid hasil aktivitasnya dalam belajar


 Aktivitas saat siswa melakukan presentasi





Membuat kesepakatan kelas secara bersama

Aktivitas di Classroom dan WA group






RPP Berdiferensiasi





Aksi nyata ini saya lakukan dengan salah satu tujuan keberpihakan pada murid untuk mewujudkan profil pelajar pancasila

Salam Guru Penggerak
Bergerak untuk Menggerakkan





                                      

Sabtu, 10 Juli 2021

Aksi Nyata Modul 1.3.a.10 Nama Ester Zega,S.Pd.,MM CGP Angkatan 2 SMP Negeri 12 Bandar Lampung Visi “Mewujudkan Pengembangan Potensi Murid Secara Optimal”

 

Memiliki Profesi seorang pendidik tentunya tidak terlepas dari sebuah kata “Belajar” yang tiada batasnya, mempunyai satu impian untuk terus maju dan berdampak bagi Lingkungan , Keluarga dan teristimewa pada murid yang menjadi sasaran tugas kita sebagai seorang pendidik, dalam menjalankan tugas tentunya banyak hal yang harus kita kembangkan baik itu untuk diri sendiri maupun mengembangkan potensi yang dimiliki anak murid.

Pendidikan menurut filosofi Kihajar Dewantara adalah dimana ada kemerdekaan disitu harus ada displin yang kuat,disiplin itu bersifat diri kita yang harus mewajibkan dengan sekeras – kerasnya dan peraturan yang demikian harus yang memerdekakan, ing ngarsa sung tulada,ing madya mangun karsa, tut wuri handayani (didepan seorang pendidik harus memberi teladan yang baik, ditengah murid dan teman sejawat harus menciptakan prakarsa dan ide,dari belakang pendidik berperan mendorong dan mengarahkan), dengan budi pekerti, tiap-tiap manusia berdiri sebagai manusia merdeka (berpribadi), yang dapat memerintah atau menguasai diri sendiri, inilah manusia beradab.

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,mengajar, membimbing,mengarahkan ,melatih ,menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, pendidikan menengah.Aspek yang dibangun guru dalam pembelajaran dikelas tidak akan terlepas dari aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan, dan ini akan terus menjadi patokan dalam menentukan keberhasilan pembelajaran

Dalam mewujudkan Visi untuk mengembangkan  potensi dalam diri murid tentunya tidak terlepas dari pengajaran yang benar yang berguna untuk kehidupan adalah memerdekakan manusia, filosofi Ki Hajar Dewantara bahwa pendidik menuntun segala kodrat yang ada pada murid agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat, karenanya kita sebagai pendidik harus mampu mendesain pembelajran yang berpusat pada siswa, guru tidak bisa memaksakan anak menjadi seperti yang diinginkan namun menggali , menemukan potensi diri anak dan mengarahkan untuk anak menemukan potensi dan jati dirinya, anak diberi kebebasan namun guru memberi tuntunan dan arahan agar anak kelak mendapatkan kebahagiaan batinnya.

Membangun Visi dalam lingkungan sekolah sangat dibutuhkan kekuatan positif dari dalam dan luar sekolah untuk mendukung dan mewujudkan visi impian  terhadap murid kita, dimulai dalam diri sendiri, teman sejawat, kekuatan dari murid, kekuatan sekolah serta lingkungan sekitarnya.


Memiliki Visi Impian terhadap murid adalah sesuatu hal yang bagi saya sangat bersemangat dalam melaksanakan tugas tanggung jawab sebagai pendidik, mereka adalah anugrah yang buat diri saya terus berusaha untuk belajar  mengembangkan diri yang tujuannya untuk menjadikan mereka lebih berhasil dari saya kelak.


Aksi Nyata yang saya lakukan ketika merancang pembelajaran dengan focus pada pengembangan potensi diri murid, saya memberi kesempatan kepada siswa untuk menuangkan kemampuan dirinya melalui hasil karya, baik dalam bentuk gambar, video bahkan memberi kesempatan untuk saling membantu temannya dengan saling berdiskusi dan hasilnya sangat baik dan memberi suasana yang aktif dalam proses belajar.


Hasil karya murid dalam mengembangkan pemahamannya tentang materi yang sudah dipelajari



 
Hasil Karya siswa dengan menggambarkan tentang apa yang dipahami dalam proses belajar
Membelajarkan Murid dengan mengoptimalkan potensi dalam diri murid itu sendiri maka proses yang harus dilakukan mengenali dan memahami potensi diri murid dan berpihak pada kemerdekaan belajar  bukan dengan sebuah paksaan tetapi dengan sebuah kesadaran besar dalam diri murid yang diarahkan dan dituntun oleh seorang pendidik  untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.



Salam Inspirasi

Rabu, 30 Juni 2021

Aksi Nyata Modul 1.2.a.10 Ester Zega,S.Pd,MM, CGP angkatan 2 , SMP N 12 Bandar Lampung


Menjadi seorang Guru adalah suatu pekerjaan yang menyenangkan ketika kita melakukannya dengan ketulusan hati, melaksanakan tugas sebagai pendidik selama kurang lebih 16 tahun merupakan hal yang membanggakan diri saya sendiri karena ternyata Nilai dan Peran saya dalam menumbuhkan semangat dan memotivasi murid sedikit banyaknya sudah saya lakukan.

Nilai Guru Penggerak diantaranya :  Mandiri, Reflektif, Inovatif, Kolaboratif dan Berpihak pada murid.guru adalah sosok yang memiliki tugas dan fungsi untuk dapat merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Peran Guru Penggerak diantaranya : Pemimpin Pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila

Nilai dan peran guru penggerak lainnya yang saya implementasikan adalah kreatif dan inovatif. Sebagai guru maka saya berusaha menghadirkan dan menuntun murid dalam mempelajari pengetahuan melalu media yang menyenangkan dan kekinian. Hal ini penting karena karakteristisk murid  saat ini berbeda dengan zaman dahulu. Saat ini siswa telah mengenal banyak media yang menghadirkan ragam kemajuan teknologi, maka  guru juga harus bisa beradaptasi dengan”dunia” Murid.

Penuntun kemandirian juga merupakan nilai dan peran guru penggetak yang saya hadirkan dalam pembelajaran. Hal ini penting dikarenakan saat ini guru bukanlah sumber belajar yang utama namun sebagai motivator, fasilitator juga teladan. Sumber belajar yang beragam harus dikenalkan kepada Murid sejak dini terutama yang mampu mengkorelasikan teori pelajaran dengan lingkungan atau bahkan menjadikan lingkungan sebagai sumber belajar dan menjadikan pembelajaran yang menyenangkan sehingga memunculkan Merdeka Belajar yang menjadi salah satu program inisiatif Mendikbudristek Nadiem Makarim yang ingin menciptakan suasana belajar yang bahagia, baik bagi murid maupun para guru. Pada dasarnya program Merdeka belajar bertujuan untuk memerdekakan Guru dan Murid.

Dalam penerapan Nilai dan Peran Guru Penggerak fokus saya bukan hanya pada murid tetapi juga menggerakan teman sejawat untuk bersama-sama mengembangkan diri dan terus semangat untuk belajar mengenali karakter setiap murid, saya juga melakukan sharing (Kolaborsi ) dengan teman sejawat  tentang penggunaan GWE untuk persiapan pembelajaran



Bersama teman sejawat belajar tentang aplikasi google slide


Melakukan hal positif salah satunya nilai dan peran guru dalam berkolaborasi bersama teman sejawat merupakan hal yang menyenangkan,saling memberi semangat dan saling berbagi ilmu, saya mencoba mengajak teman-teman untuk terus mengembangkan diri, berkreasi dan inovatif dan menggerakan komunitas untuk mewujudkan sekolah yang merdeka belajar,berpihak pada murid dan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

  Ester Zega, S.Pd, MM C GP Angkatan 2 Kabupaten Majalengka Fasilitator : Mahmun   Zulkifli, S.Pd,MM Pendamping : Yulia Budiarti  ...